The So-Called Destiny

Pada suatu hari di kehidupan dunia, untuk orang-orang yang well-prepared dan well-organized pastinya selalu mempersiapkan apa-apa aja yang akan mereka lakukan untuk hari itu. Untuk orang semacam ini paling ga suka terhadap sesuatu yg diluar perencanaannya, karena biasa bermain aman dengan mengandalkan kemampuannya untuk mengorganize segala sesuatu. Bagus sih sebenernya, tapi ga bagusnya adalah kalau semisalnya terjadi sesuatu yang diluar rencana, kemungkinan orang seperti ini bakal lebih kecewa karena merasa dirinya gagal mengantisipasi keadaan.

...

Mulai lah menyadari kalau di dunia ini ada Yang paling Kuasa dari siapapun, Maha dari segala yang mampu untuk mengatur. Mulai untuk memahami takdir yang Allah berikan kepada kita. Terkadang kita pernah dihadapkan kepada dua atau lebih pilihan dalam hidup, Istikharah itu adalah bentuk ikhtiar kita, kenapa kita harus ikhtiar? Karena kita ga tau takdir kita apa.. Apapun pilihan kita setelah ikhtiar, itu lah takdir kita.

Memang berat untuk menerima takdir yang ga sesuai dengan keinginan kita, karena kita memandangnya hanya untuk saat ini. Pasti sering mendengar kalimat bijak yang menyatakan bahwa apa yang terbaik menurut kita, belum tentu baik untuk kita, tapi apa yang baik menurut Allah untuk kita, pasti itulah yang terbaik untuk kita. That’s the so-called destiny..

Sejujurnya ada perasaan takut untuk menghadapi apa yang akan terjadi di masa datang, tapi tidak ada salahnya kita berusaha dengan menjadi orang yang well-prepared dan well-organized tadi, ya kan namanya juga usaha. Kalaupun hasilnya ga sesuai dengan rencana kita, belajar untuk menerima takdir yang Allah tetapkan untuk kita.

We are simply nothing.. and we surely can’t live without Your guidance..Yaa Rahman Yaa Rahiim..

Published in: on Tuesday, October 27, 2009 at 4:55 pm Leave a Comment

Have No Idea Why I Have No ID

<Beberapa waktu lalu ada temen yang nawarin jadi downline di MLM, dengan kesabaran dan kepedean tingkat tinggi dia terus ngebujukin.


Si MLM : mbak Indy..kapan mau bergabung, gampang kok cuman fotokopi KTP..
Aku : Wah pak, saya ga punya KTP. Udah expired, perlu diperpanjang.
Si MLM : ya udah kalo gt SIM aja..
Aku : mm.. di SIM saya lebih muda 3 thn pak.
Si MLM : Duh mbak gmn sih, ga punya kartu identitas, ya udah deh nanti kalo dah perpanjang KTP ya..
Aku :…. (lha, kenapa jadi dia yang marah ??)

Setelah dipikir2, bener juga si bapak MLM ini, memang repot kalo ga punya KTP, orang lain aja malahan ada yg punya dua KTP. Ga perlu lah repot punya dua KTP tapi bagusnya kita punya ID lain yang bisa jadi backup KTP, contohnya SIM. Mau SIM nembak juga ga masalah, yang jelas di ID itu tertera data kita yang valid. Tapi kenapa ya SIM ku bisa ga valid datanya. Padahal yang bikin juga polisi beneran. Jadi inget dulu pas mau perpanjang SIM 5 thn yang lalu, ngantri di kantor polisi, pokonya niat mo ngikutin prosedur yang ada. Mulai dari tes tertulis (walaupun harus ngisi lembar jawaban tanpa ada lembar soal ), cap 10 jari, ukur tinggi badan, sampe difoto sama polwan super jutek yang ga pernah kasi aba-aba kalo mau moto (untung dah pengalaman, jadi pas mulai masuk ke ruangan foto sampe duduk depan kamera udah pasang senyum jadi kalo sewaktu2 dia moto hasilnya ga jelek2 amat..hoho memang berhasil jurus ini). Selesai lah sudah, tinggal nunggu hasilnya.

Sekitar 30 menit menunggu, akhirnya jadilah SIM baru, yang pertama kali dilihat adalah fotonya. Hmm..yaaah lumayan lah, trus ngeliat data yang lain..Waks..tahun kelahiran 198X, lebih muda 3 thn. Polisi yang aneh, perasaan tadi nulis formulirnya dah bener, kok bs jadi begini. Sejak saat itulah si SIM ga bs jadi ID yang membackup KTP. Untungnya tengah tahun ini abis masa berlakunya. Payah ah..

KTPKembali ke KTP, dari kapan tau dah bilg ke nyokap untuk minta tolong orang kelurahan untuk memperpanjang KTP. Katanya sih ada peraturan baru, kalo yg lahir di tahun ganjil background fotonya harus warna merah, kalo tahun genap backgroundnya biru.. Kenapa sih harus ada peraturan ga penting kaya gini? Siyalnya cuman punya pasfoto yang backgroundnya biru, (sigh..) saatnya lah ngedit di photoshop daripada bikin foto lagi. Malas sekali.

Published in: on Friday, April 4, 2008 at 4:24 pm Comments (3)